Bagi Kamus Besar Bahasa Indonesia( KBBI), esai merupakan karangan prosa yang mangulas sesuatu permasalahan tertentu lewat sudut pandang penulisnya. Esai yang ditulis haruslah logis serta gampang dipahami, dan didukung oleh kenyataan serta opini- opini dari penulisnya.

Esai sudah terkenal semenjak tahun 1500- an oleh seseorang filsuf berkebangsaan Perancis Montaigne. Di Indonesia, esai awal kali diperkenalkan oleh H. B. Jassin, seseorang penulis serta kritikus sastra dan redaktur Balai Pustaka. Esai dikira berarti sebab bermanfaat dalam melatih keahlian menulis. Tidak hanya itu, esai dikira bisa menolong orang buat berpikir kritis, kreatif, serta terstruktur.

Esai terdiri atas 3 struktur, ialah: Kuskus Pintar

1. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, kalian bisa menuliskan secara universal ilham ataupun gagasan yang mau dibahas. Pada bagian ini, kalian dapat mengutarakan pemikiran- pemikiran kalian yang hendak menanggapi persoalan kasus yang timbul.

2. Tubuh Esai

Pada bagian tubuh esai, kalian bisa mengemukakan uraian dari pokok benak yang sudah diutarakan pada bagian pendahuluan. Pada bagian ini kalian bisa menuliskan argumentasi- argumentasi ataupun opini menimpa permasalah yang kalian bahas. Kalian pula dapat menuliskan bukti- bukti yang dapat menunjang kebenaran dari argumentasi yang kalian kemukakan.

3. Kesimpulan

Pada bagian kesimpulan, kalian dapat merangkum kesimpulan dari ilham serta gagasan kalian. Kalian pula bisa mencantumkan rangkuman kata kunci serta ringkasan argumentasi yang jadi jawaban dari kasus ataupun topik yang dibahas. Kalian pula dapat menjabarkan alibi ataupun hambatan yang ditemui buat hingga pada jawaban ataupun kesimpulan dari kasus yang dibahas.

Buat lebih lengkapnya, ayo perhatikan contoh bacaan esai berikut.

Baca Juga : Tur Sepeda Sepanjang Musim Panas Pulau Prince Edward

Dikala banyak sekali orang yang bahagia tampak, menuangkan gagasan, dan mengekspresikan style hingga perasaan di situs- situs jejaring sosial, sebagian yang lain malah memilah tidak turut arus serta mengunggah bermacam data personal serta menonjolkan eksistensi di situ. Fenomena semacam ini dikatakan selaku joy of missing out ataupun JOMO yang dikontraskan dengan indikasi fear of missing out ataupun FOMO.

Tiap berhadapan dengan orang lain, baik dalam kehidupan nyata ataupun ranah digital, ekspektasi serta anggapan tertentu tetap menjajaki seorang. Hingga, dari satu interaksi ke interaksi lain, lazimnya dia melaksanakan penyesuaian ataupun menyesuaikan diri biar kedekatan terjalin dengan baik. Tetapi untuk sebagian orang, tidak tidak sering mereka merasa wajib menggunakan topeng supaya dapat diterima dalam lingkarannya. Pastinya perihal ini memunculkan keletihan mental yang luar biasa kala terakumulasi, apalagi lebih jauhnya, merangsang tekanan mental akibat tekanan pergaulan.

Esai Terdiri Atas 3 Struktur

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *